Showing posts with label wanita. Show all posts
Showing posts with label wanita. Show all posts

Sunday, November 27, 2011

Macam-Macam Nafsu

Nafsu Syahwat Di dalam diri yang disebut manusia lelaki terdapat 1 nafsu syahwat. Sedangkan di dalam diri yang disebut perempuan terdapat 6 nafsu syahwat. Karena adanya nafsu syahwat inilah timbulnya setiap manusia ingin mencari pasangan lain jenisnya. Adanya nafsu syahwat yang 9 pada diri setiap perempuan yang melebihi nafsu syahwat lelaki yang hanya 1 maka terjadinya kecenderungan bagi setiap perempuan untuk mempersolek diri baik pakaian maupun kosmetiknya akan melebihi kaum lelaki, dengan tujuan agar setiap kaum lelaki akan tertarik.
Nafsu Sir atau Perasa Di dalam diri kaum lelaki yang disebut nafsu sir terdapat sebanyak 9, sedangkan bagi perempuan hanya ada 1. Kebalikannya dari nafsu syahwat. Akibat lebih banyaknya nafsu sir pada kaum lelaki maka nafsu untuk melaksanakan persetubuhan akan lebih kuat.

Coba kita perhatikan, seorang kakek-kakek yang jompo duduk santai maka kepalanya selalu mengangguk-angguk, tetapi bila seorang nenek-nenek jompo maka selalu akan menggeleng-gelengkan kepala. Itulah suatu contoh tanda-tanda yang sudah tidak bisa dirubah, dan itulah sudah menjadi qudrat-Nya yang tidak bisa dirubah oleh manusia.
Tanda-tanda ketika mulai datangnya masa baligh:
Bagi lelaki: Bila sudah tiba masa baligqhnya maka akan mulai mengeluarkan sperma (secara bermimpi ataupun keluar dengan sendirinya), apalagi bagi lelaki yang senang mengkhayal. Umur masa ini adalah sejak berumur 15 tahun.
Bagi perempuan: Bila seorang perempuan tiba masa balighnya maka akan mulainya mempersolek diri (mulai genit), haid mulai timbul, dan tumbuh bulu-bulu di sekitar kemaluannya, payudara mulai mekar. Umur masa ini adalah sejak berumur 9 tahun.
Itulah sedikit gambaran tentang nafsu yang ada pada setiap diri manusia. Apabila adanya kekurangan dari nafsu yang dua itu maka akan timbulnya kelainan sehingga pada zaman sekarang adanya orang disebut wadam, homoseks, lesbian, gay, sodomi, dll. Untuk kelainan ini mungkin saja ketimpangan dalam bilangan nafsunya atau bisa saja karena pengaruh lingkungan atau pengaruh pergaulannya.

Thursday, November 24, 2011

Kapankah Kita Siap Berjilbab ?

Mereka Wanita Yang Mengerjakan Shalat, Mereka Berpuasa, Mereka Berbudi Luhur, Suka Membantu Yang Membutuhkan dan Sangat Welas Asih...

Tapi Sangat disayangkan, Mereka Tidak Menutup Aurat, Bukan Karena Tidak Tahu Keutamaannya, Tapi Memang Karena Mereka Tidak Mau. Jika di Tanya, Mengapa Tidak Menggunakan Jilbab dan Pakaian Yang Menutup Aurat ? Mereka Akan Menjawab, Aku Belum Siap, Yang Penting Aku Shalat dan menjaga Perbuatanku.

Sungguh Sangat di Sayangkan Saudariku Yang Seperti ini. Allah Bisa Memanggil dan Mengambil Titipan Nyawanya Pada Kita Kapanpun dimanapun, Lalu bagaimana Dengan Kesiapan Kita ? Apakah Kita Sudah Siap ? Apakah Kita Punya Daya dan Kuasa Untuk Menolak di Ambil Nyawanya ? Tidak !!! Itu Adalah Hak Sang Maha Pencipta.

Lalu Bagaimana Jika Kita Meninggal Sebelum Siap Menggunakan Hijab ? Tentulah Amalan Ibadah Shalat, Puasa dan Sunnah Kita Tidak Akan Mampu Menjadi Kunci pembuka Pintu Surga Untuk Kita.

Sebuah Cerita Berjudul "Kisah Jilbab Hati" Bacaan Inspiratif Untuk Saudari Muslimku... CLICK DISINI


Kisah Jilbab Hati

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Tak Pernah Sekalipun Ia Melewatkan Shalat Lima Waktu di Masjid. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah.

Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab & Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insya Allah. Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Lagian Jilbab Bukan Jaminan Masuk Surga. Diluar Sana, Banyak Wanita Yang Memakai Jilbab Hanya Sebagai Kedok. Menutup Aurat Tapi Tidak Menjaga Kesuciannya, begitupun ibadahnya.

Sudah banyak orang yang menanyakan & menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga di suatu malam…
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga ditaman itu.

Sebuah sungai yang airnya sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.

Ia tidak sendiri, Ada beberapa gadis disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu gadis. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

“Assalamualaikum, saudariku..”
“Wa alaikumussalam.. Selamat datang, saudariku.”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”
Gadis itu tersenyum.
“Tentu saja bukan, saudariku. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga.”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.”
Gadis itu tersenyum lagi.
“Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?” Tanya si Wanita
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah..”

Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa gadis yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.

“Ayo, kita ikuti mereka.” kata gadis itu sambil setengah berlari.
“Apa di balik pintu itu?” kata si wanita sambil mengikuti gadis itu.
“Tentu saja surga, saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu…tunggu aku..” Si Wanita berlari namun tetap tertinggal.
Gadis itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya.
Si Wanita tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, ”Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?”
“Sama denganmu saudariku, Bahkan Kamu Jauh Lebih Baik Karena Telah Lama Menjaga Shalatmu.” jawab sang gadis sambil tersenyum.

Gadis itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum Gadis itu melewati pintu sepenuhnya, Si Wanita berteriak pada si gadis,

“Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?”
Gadis itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu? Ketahuilah Saudariku, Aku Bahkan Tidak Sesuci Dirimu Akibat Kekhilafanku di Dunia, Tapi Aku Memperbaiki Diri Dengan Bertaubat, Taubatannasuhaa Menjaga Shalat, Mengerjakan Sunnah dan Menutup Aurat”

Tubuh gadis itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Si Wanita tertegun... lalu terbangun dengan Keringat Membasahi Tubuhnya... beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu... Ia pun berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Semoga Cerita ini Menginspirasi Saudari Muslimku Untuk Tetap Menjaga Ahlak dan Menutup Aurat Dengan Hijab / Jilbab. Karena Fitrah Seorang Wanita Ada di Balik Hijabnya.

Terinspirasi Dari CatatanHalaman.Net ( Tulisan Ridhwan Noor )

Tuesday, October 11, 2011

Arti Wanita Berjilbab di Mata Muslim


Suatu Ketika, Ada Seorang Lelaki Non Muslim Bertanya kepada seorang Lelaki Muslim

Lelaki Non Muslim : "Kenapa Wanita Dalam Agama Kamu MENUTUP AURAT?" Menggunakan Hijab / Jilbab dan Hanya Memperlihatkan Wajah dan Telapak Tangannya ?

Lelaki Muslim TERSENYUM sambil mengeluarkan 2 biji Permen dari dalam Sakunya, Salah Satu Dari Permen Itu dibuka bungkusannya kemudian Lelaki Muslim Melemparkan kedua Permen itu ke atas lantai, lalu Lelaki Muslim bertanya kepada Lelaki Non Muslim : "Antara kedua Permen Itu, Mana Satu yang kamu akan PILIH?"

Lelaki Non Muslim : "Sudah tentulah yang masih dalam bungkusan."
Lelaki Muslim: "Begitulah kami MELIHAT dan MENGHORMATI kaum wanita agar mereka lebih TERPELIHARA dan ISTIMEWA."

Begitu INDAHNYA menjadi wanita SALEHAH..menutup AURAT dan menjaga AKHLAKNYA.

Banyak di antara saudari-saudari kita yang hanya menggunakan Hijab atau Kerudung Pada Saat dia bepergian, bekerja atau melakukan aktifitas di luar Rumah, Mereka Tidak Menyadari Bahwa Sekalipun Mereka di Rumah Ada beberapa pasang Mata dari orang-orang yang Bukan Mahram mereka Yang Melihat Aurat Mereka.

Bahkan Masih Sangat Banyak diantara kita Yang Mengaku Muslimah Tapi Tidak Menutup Aurat, Semoga Para Pembaca Catatan Saya ini Bukan Orang-Orang Yang Saya Maksudkan.

Semoga Keluarga Kita dan Seluruh Yang Mengatakan Dirinya Muslimah Senantiasa Bisa Menutup Aurat dan Menjaga Ahlaknya Agar Tetap Indah di Mata Allah dan Seisi Dunia.


Bunda Herlin

Saturday, September 3, 2011

Bisakah Wanita Ikut Shalat Jenazah?

Assalamu alaikum wr. wb.,
Kalo ada yang meninggal di daerah sekitar tempat saya tinggal, yang biasa ikut sholat hanya laki-laki dan hampir bisa dibilang jarang sekali ada wanita yg ikut sholat, kecuali suatu ketika ada yang meninggal dari salah satu partai Islam, banyak wanita yang saat itu hadir, ikut sholat. Pernah saya ikut sholat (karena teringat ketika ber-haji, sering ikut sholat jenazah) tapi saya sendirian. Sebaiknya bagaimana yang harus dilakukan wanita pada saat itu.

Terima kasih atas jawaban ustadz. Jazakallah.


Wassalam.

Ibu Lisa Salim
 
 
Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Ibu Lisa Salim yang dimuliakan Allah swt

Tidak ada satu pun nash yang ada didalam Al Qur’an maupun Sunnah yang melarang seorang wanita untuk melakukan shalat jenazah baik shalat tersebut dilakukan di masjid atau pun di rumah.

Islam mensyariatkan shalat jenazah ini kepada kaum laki-laki maupun perempuan berdasarkan yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sehingga dia menshalatkannya maka baginya satu qirath dan barangsiapa yang menyaksikannya sehingga menguburkannya maka baginya dua qirath.” Lalu Rasulullah ditanya,”Seberapakah dua qirath itu?” beliau saw menjawab,”Seperti dua buah gunung yang besar.”

Juga dari Abu Hurairoh berkata,”Barangsiapa yang mengiringi jenazah seorang muslim dengan penuh keimanan dan keikhlasan dan orang itu terus bersama jenazah itu hingga dia menshalatkannya dan selesai pemakamannya maka orang itu pulang dengan membawa dua qirath, setiap qirath setara dengan sebuah gunung Uhud. Barangsiapa yang menshalatkannya kemudian dia pulang sebelum jenazah itu dimakamkan maka dia pulang dengan membawa satu qirath.” (HR. Bukhori)

Sedangkan hukum bagi seorang wanita mengantarkan jenazah ke kuburan maka terdapat perbedaan dikalangan para ulama berdasarkan hadits dari Ummu Athiyah berkata,”Kami pernah dilarang untuk mengiringi jenazah namun kami tidaklah ditekankan (didalam pelarangan itu).” (HR. Muslim)

Imam Nawawi mengatakan bahwa maknanya adalah Rasulullah saw pernah melarang kami dari perbuatan itu adalah larangan yang makruh tanzih bukan makruh yang diharamkan. Para ulama madzhab kami (Syafi’iyah) berpendapat bahwa hal itu adalah makruh dan bukan termasuk yang diharamkan berdasarkan hadits ini. al Qodhi mengatakan bahwa jumhur ulama melarang kaum wanita untuk mengiringi jenazah sedangkan para ulama Madinah membolehkannya, begitu juga dengan Imam Malik yang membolehkannya akan tetapi dimakruhkan bagi seorang wanita muda.

Wallahu A’lam

Sumber : eramuslim.com